Showing posts with label writingchallenge. Show all posts
Showing posts with label writingchallenge. Show all posts

Thursday, 18 May 2017

Mencari Buku Bekas Lebih Mudah Tinggal Klik dengan Prelo

Diposkan oleh corat coret di 20:26:00 1 komentar
           Hachhhiiiiiiii..!! Hachhhhiiiii..!! Aduh blog ini mulai berdebu lagi, sampai ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih (comot sedikit puisi mas Rangga). Saking apanya? iya saking sibuknya. Sibuk mencari tambatan hati *eeeehhhh.

           Kegiatan saya akhir-akhir ini dihabiskan dengan tumpukan TBR (to be read), buku yang mau dibaca. Selesai baca biasanya sih langsung posting di akun Instagram. Ahhh, bukan!! Saya nggak bermaksud menjadi bookstagramer. Saya hanya berbagi yang saya suka saja. Impian saya sih, ingin punya rak buku yang berisi buku yang sudah selesai saya baca. Saat sekarang sih enak ya, saya bekerja sehingga saya bisa membeli buku baru yang kadang masih dalam tahap cetak alias harus preorder. Waktu saya masih kuliah dulu, buku yang saya baca adalah buku pinjaman semua. Dan keinginan saya saat ini tentunya ingin membeli buku-buku yang dulu sudah pernah saya baca. Buku-buku lama tentunya muskil mencari di toko buku donk, makanya saya masih suka obrak-abrik lapak buku bekas. Buku bekas??? artinya barang bekas donk?? Lah kenapa dengan barang bekas a.k.a second alias preloved?? Saya kasih tahu ya biar nggak udik, biasanya barang bekas juga disebut dengan preloved.

Preloved, Apa Itu?

           Preloved menurut Oxford Dictionaries berarti barang yang sebelumnya pernah dimiliki dan akan berpindah tangan, atau istilah lainnya adalah secondhand. Namun artinya nggak sesempit itu, pengertian lebih luas tentang barang preloved yaitu :

  • Barang yang pernah kita beli dan kita pernah memakainya beberapa kali;
  • Barang yang pernah kita beli tapi tidak pernah kita pakai; dan
  • Barang pemberian dari orang lain untuk kita yang tidak pernah kita pakai.
           Jika ada barang yang cirinya ada pada salah satu dari ketiga point di atas maka itu bisa dikategorikan barang preloved. Nah, standard preloved sendiri bagi orang-orang pada umumnya berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa barang preloved adalah barang yang masih layak digunakan, kondisinya tidak harus bersih. Ada juga yang beranggapan bahwa barang preloved itu harus yang bermerek. (dikutip dari sini) 

           Menurut Syahmedi Dean, pengamat mode dan gaya hidup. Istilah preloved muncul adalah bagian dari strategi marketing. Preloved itu sama saja dengan barang bekas. Hanya istilahnya itu lebih halus dan berkelas. (dikutip dari sini)


Latar Belakang Munculnya Preloved

           Dulu jaman baheula, barang bekas atau second reputasinya jelek atau bahkan nggak punya reputasi, karena bekas dipakai orang lain. Kalaupun memang ada memang sebatas hanya dalam dunia properti dan otomotif selebihnya nggak ada. Namun kini, fenomena jual beli barang preloved diberbagai bidang seperti fashion, gadget, perkakas dan peralatan rumah tangga, hingga buku pun adalah hal yang galib. Mengapa? menurut sumber ini, dikarenakan :
  • Jaga gengsi dan realistis. Kaum masyarakat urban jaman sekarang nggak bisa lagi dilepaskan dengan gengsi. Kumpul-kumpul dengan geng dan teman di acara penting atau nggak penting (lebih banyak nggak pentingnya sih), nggak akan ngomongin masalah prestasi kerja, prestasi sekolah, kecemerlangan karier bahkan nggak mungkin ngomongin tetangga sebelah yang fakir (nggak usah ngeles ini fakta). Yang ada adalah brand fashion atau gadget yang dipakai. Makin mahal dan makin bermerek barang yang dimiliki maka semakin melejit hingga langit ke tujuh gengsinya. Sedangkan masyarakat urban nggak semuanya adalah orang yang berekonomi kelas atas, banyak yang yang berasal dari kelas menengah. Kaum kelas menengah ini sadar secara realistis bahwa nggak mungkin mereka bisa membeli barang bermerek dengan kondisi kantong yang pas-pasan, maka dari itu barang preloved pun naik daun.
  • Mengikuti selebritas. Menurut Bagus Takwin, dosen, penulis dan peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bahwa manusia punya kecenderungan mengikuti hal yang dianggapnya menarik. Apalagi, bila yang melakukannya itu adalah sosok idola atau public figure. Di kalangan selebritas Hollywood, Julia Robert dikenal sering berbelanja barang-barang preloved. Di Indonesia, trend bisnis preloved shop juga diikuti beberapa selebritas seperti Nia Ramadhani, Andien, Dewi Rezer, dan Mario Lawalata. Ulah selebritas yang terbuka mengaku senang berbelanja pakaian bekas, masyarakatpun mengikutinya.
           Dengan latar belakang itu lah barang preloved mulai digemari dan sedang naik daun. Masyarakat sekarang sudah nggak malu lagi beli barang bekas atau second. Mungkin juga karena masyarakat sudah makin cermat menggunakan uang secara mangkus. Saya pribadi yang berhasrat ingin mengoleksi buku lama yang sudah pernah saya baca, mau nggak mau ya harus terjun ke lapak-lapak buku bekas alias buku second. Tak masalah barangnya bekas asal itu ori bukan yang KW. Aduuuhh, nggak ketulungan jeleknya buku nggak ori walaupun harganya murah. Sudah kadang halamannya nggak urut, kadang halamannya hilang kadang di halaman yang sama tercetak double halaman sehingga dua halaman jadi tumpang tindih. Stop buku bajakan model begitu deh.

Preloved Shop sebagai Trend Bisnis

           Yang saya kutip dari sumber disini bahwa di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, jual beli barang bekas sudah lebih dulu berkembang. Hanya industrinya lebih marak di toko konvensional dibandingkan online. Di Jepang toko barang bekas yang populer yaitu Junk Yard, Jumblo Store, Pigstry, Used Clothing, dan Komehyou. Lokasi toko tersebut tersebar di kawasan kota besar seperti Tokyo, Nagoya, Osaka, Shibuya, Shinjuku. Untuk di AS sendiri toko barang bekas yang terkenal yaitu Plato's Closet , Just Like New Consigment, 2 Refind, dan Goodwill Retail Store. Nah di Indonesia sendiri, toko konvensional dengan punya gerai dan bernama seperti itu sih nggak ada ya. Semua hanya berupa lapak kecil di pinggir jalan. Kalau di kota saya di Malang sih, barang bekas mulai dari perkakas rumah tangga, peralatan rumah tangga, fashion (walaupun sedikit) dan onderdil motor atau mobil bisa tuh merapat di kawasan Comboran, dekat dengan Pasar Besar Malang. Di sana ramai, para lapakers menjajakan barang dagangannya mulai dari pagi hingga malam. Terkadang untuk barang preloved fashion berupa baju begitu ada lapaknya di bazar mingguan di Pasar Minggu Pagi Stadion Gajayana. Untuk toko buku bekas di Malang ada juga di Pasar Buku Wilis di jalan Simpang Wilis. Disana berderet-deret lapak buku bekas buka dari pagi sampai sore. Yang suka berjuang melawan sengatan matahari kadang juga hujan dan terlebih yang punya banyak waktu luang sedang mencari buku bekas boleh kok kesana. Kalau saya sih, nggak punya waktu banyak karena sibuk (sibuk mencari tambatan hati *eeaaaa).

           Nah, memasuki pasar global yang semuanya serbacepat dan serbacanggih serta lintas batas. Perdagangan nggak hanya melulu secara konvensional tapi juga online. Berkembangnya internet dan didorong perkembangan smartphone maka e-commerce bisa berkembang dan menjadi galib dalam masyarakat sekarang. Maka, barang preloved pun sekarang juga ber-online ria. Saya comot dari data sebelah bahwa menurut ketua E-Commerce Association (iDEa) , Aulia. Perputaran barang bekas di platform online bisa menjadi salah satu driver e-commerce karena perputarannya dinilai sangat cepat. Dari pendapat Aulia tersebut bisa diartikan bahwa barang preloved sekarang menjadi trend bisnis yang bertumbuh dan prospeknya tinggi terlebih yang berbasis online ditunjang dengan latar belakang maraknya barang preloved .

           Berkaca dari saya pribadi, yang sibuk dan nggak punya banyak waktu luang maka hal yang mangkus dan sangkil adalah hal yang utama. Maka pilihan berbelanja barang preloved secara online adalah pilihan tepat. Dan ternyata nggak hanya saya yang lebih memilih belanja barang preloved online tapi menurut data ini bahwa polling terhadap 100 orang, 43% membeli secara online baik lewat aplikasi maupun media sosial, 38% mengaku intens berbelanja barang bekas di bazar, dan 19% membeli barang bekas di toko konvensional. Dan mau tahu kata masyarakat tentang preloved shop? lihat datanya di bawah ini : 



           Menjawab kebutuhan pasar akan minat terhadap barang preloved baik untuk berbisnis dan konsumtif, maka Prelo hadir di tengah kita semua untuk menyemarakkan kegiatan e-commerce. Prelo adalah mobile aplikasi belanja jual-beli barang bekas berkualitas. Prelo memungkinkan orang untuk menjual barang bekas berkualitasnya dengan mudah dan aman. Disisi lain, Prelo juga memungkinkan orang untuk membeli barang bekas berkualitas dengan harga relatif murah. 

           Eh, nggak hanya berupa mobile aplikasi saja loh mau cari lewat websitenya bisa dan sah-sah saja loh. Bisa lihat disini website Prelo-nya. 


Keuntungan Menjual Barang Bekas di Prelo :
  1. Aplikasi merketplace Indonesia yang ramai
  2. Aman dengan sistem Rekber (Rekening Bersama)
  3. Mudah, dalam hitungan detik produk kamu bisa langsung diiklankan
  4. Audiens yang suka membeli barang berkualitas
  5. No hit n run
  6. Terintegrasi dengan seluruh sosial media
  7. Produk kamu langsung ada di genggaman ribuan orang
  8. Fitur chatiing yang bisa memfasilitasi proses tawar menawar antara kamu dan pembeli
Keuntungan Membeli Barang Bekas di Prelo :
  1. Jaminan barang asli / No KW
  2. Aman dengan sistem Rekber
  3. Ribuan barang bekas berkualitas ada disini
  4. Penjual yang kebanyakan dari komunitas-komunitas ternama di Indonesia
  5. Jaminan pengembalian uang 100% jika produk yang kamu terima tidak sesuai dengan deskripsi produk
Bagaimana Cara Menginstall Prelo di HP ?

Yeaaah, setelah saya nyerocos banyak hal di atas kini saatnya saya membagikan cara bagaimana mendapatkan Prelo dalam genggamanmu (ceeeilaaaaahhh, mantab jiwa). Langkah-langkah yang saya berikan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dan dikarenakan saya pengguna setia android dan belum berencana atau bahkan nggak punya rencana (itu karena terkait duit) ganti ke iOS jadi untuk kamu yang sudah pakai iOS maafkeun ya!! Maafkeun juga jika nanti pada langkah-langkahnya di screenshoot yang saya gunakan memakai bahasa Inggris ya (setingan bahas HP saya memang bahasa Inggris), hehehehe.

  • Buka PlayStore-mu dan cari Prelo di kolom pencarian di tab atas dengan cara mengetiknya pada tab pencarian tersebut :
           




  • Sudah ketemu kan? aplikasi Prelo yang warnanya tosca itu. OK, lalu klik saja dan kamu akan dibawa ke tampilan untuk penginstallan aplikasi, seperti di bawah ini:

  • Klik saja tombol INSTALL. Dan akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini, tekan ACCEPT


  • Proses pengunduhan aplikasi dimulai :
proses pengunduhan aplikasi
  • Kemudian berlanjut proses intallasi aplikasi pada HP :
proses installasi

  • Tunggu hingga proses tersebut selesai, dan akan muncul seperti ini :

Yeaah proses installasi selesai sampai disini. Klik OPEN untuk menuju ke halaman pertama Prelo.


Cara Register untuk Mendapatkan Akun di Prelo

Cara registernya gampang banget kok. Kalau istilah saya "bisa sambil merem". Itu hiperbola banget kan? (Ya mana bisa otak-atik gadget touchscreen sambil merem). Langsung saja saya kasih tahu caranya. 

  • Halaman pertama saat kamu membuka aplikasi Prelo adalah halaman seperti ini

  • Lalu bagaimana setelah itu? tinggal geser ke kiri atau tekan tombol " > " hingga mentok bulatan hitam ada disebelah kanan. Hingga tampilan seperti di bawah ini:

  • Setelah itu tinggal klik "Mulai". Dan kamu akan dibawa ke halaman depan aplikasi Prelo, seperti di bawah ini :

  • Lihat gambar di atas, di sebelah kiri atas ada garis tiga berjajar kan? Nggak kelihatan? Itu loh sudah saya lingkari merah, masa juga nggak kelihatan? Klik itu dan akan tampil halaman seperti ini :
  • Muncul halaman seperti di atas kan? lalu klik saja Login/Register. Lalu, kamu akan dibawa ke halaman pendaftaran, seperti di bawah ini :
  • Coba lihat pada bagian atas, ada tab Login dan Daftar. Klik DAFTAR karena kita belum punya akun di Prelo. Akan tampil halaman seperti di bawah ini :


  • Pada halaman di atas, pendaftaran bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu : melalui email (yang paling atas), melalui Facebook dan melalui Twitter. Karena saya lebih suka mendaftar apapun menggunakan email maka saya mengisi : Username, Email, Password, Konfirmasi Password, dan Nama Lengkap. Seperti gambar berikut :
  • Setelah diisi semua, klik DAFTAR . Lalu kamu di bawa ke rincian profil akunmu, seperti berikut ini :
  • Isi sesuai identitasmu ya, seperti contoh milik saya di bawah ini :
  • Setelah selesai, klik Lanjutkan dan kamu akan dibawa ke halaman pertama Prelo. Seperti di bawah ini :

  • Namun di waktu yang bersamaan, HP mu akan berbunyi dan memberitahukan bahwa ada email masuk. Dan itu email dari Prelo meminta verifikasi alamat email. Seperti di bawah ini :
  • Buka emailnya, dan klik tombol verifikasi yang berada di dalam email tersebut.




  • Lalu akan muncul 

Yup, dengan berhasilnya verifikasi tersebut artinya akun Prelo mu siap digunakan. Selamat datang di Prelo (yeeeeaaaaaahhh) dunia bagi Preloved hunter.



Berburu Buku Bekas : Ini Cerita Saya

Setelah melewati tahap demi tahap di atas, akhirnya saya bisa mulai berburu buku bekas. Simak keseruan saya berburu buku bekas hingga terjadi tawar-menawar saya dengan penjualnya (perempuan, dimana ada kesempatan menawar maka akan dipakai sebagaimana fungsinya secara maksimal haha)

  • Pada halaman ini depan ini (lihat gambar di bawah ini) saya pilih "book" karena saya mau cari buku. Jika kamu mau cari baju atau tas bekas klik saja "women"

  • Setelah saya klik "book". Saya dibawa ke halaman yang penuh dengan buku-buku yang dijual oleh penjual. Saya scroll saja ke bawah sambil lihat-lihat. Dan mata saya tertuju pada novel teenlit yang ditawarkan oleh penjual seharga 70 ribu untuk 6 buah novel. Itu yang saya tunjukkan dengan anak panah merah. Alasan saya tertarik sih karena 70 ribu dapat banyak dan juga saya teringat akan kiddos dirumah yang sudah masuk usia abg (baca: abege alias remaja alias puber). Lumayan untuk bahan bacaan di rumah. 



  • Saya penasaran dengan teenlit itu dan saya klik supaya tahu lebih lanjut. Kemudian muncullah rincian detail bukunya. Penjualnya atas nama VApriyanti. Penjualnya sudah mendapat gambar hati berjumlah 4,5. Bisa artikan bahwa barang yang dijual memuaskan para pembeli yang pernah bertransaksi. 

  • Namanya juga pembeli yang kepo, saya tidak buru-buru transaksi tapi malah penasaran dengan penjualnya. Saya klik persis di atas namanya VApriyanti. Saya dibawa ke halaman seperti etalase toko penjualnya. Penjual tidak hanya menjual buku preloved-nya tapi juga baju dan tas-nya. Supaya makin yakin, saya melihat tab REVIEW di samping tab SHOP. Dan, benarkan apa saya bilang. Penjual sudah mendapat banyak hati dari pembelinya. Saya artikan sendiri bahwa penjual ini trusted alias terpercaya. Barang yang dijualnya sesuai dengan kondisi foto dan rinciannya. 


  • Perasaan yang sudah yakin dan mantab untuk bertransaki, maka saya kembali pada halaman rincian buku yang mau saya beli tadi. Ini loh,maksudnya kembali ke halaman di bawah ini. Rincian produk itu kalau di geser hingga ke bawah, akan ada tombol CHAT dan BELI. Tekan BELI kalau langsung mau beli. Dan tekan CHAT kalau mau bertanya-tanya dulu.
  • Dan saya memutuskan untuk bertanya-tanya dulu lalu mulai deh menawar haha. Simak chat saya dengan penjual
saya mulai tanya mengenai kurir nih

ternyata penjual memakai kurir yang saya inginkan 

mulai deh tawar-menawarnya hehe

ternyata penjualnya baik, harga boleh ditawar

  • Yang di atas itu saat saya bilang "60 ya kakak", si penjual mengklik tombol TAWAR yang ada di tab atas lalu menuliskan angka 60ribu. Pada dinding chat muncul angka 60ribu dengan tulisan DITERIMA. Saya pencet tombol DITERIMA itu. Makanya disitu jadi muncul chat "Tawar Rp 60.000" dan "Terima Tawaran Rp 60.000". Dan harga yang tertera di atas yang awalnya tertera Rp 70.000 jadi dicoret dan diganti Rp 60.000




  • Dengan begitu, akhirnya saya tinggal melanjutkan ke tahap pembayaran dengan meng-klik tombol BELI yang ada di atas. Kemudian saya masuk ke halaman seperti di bawah ini. Isi nama kita sebagai pembeli sekaligus penerima barang. Isi no HP. Isi alamat lengkap sesuai form itu.
saya isi data saya di form itu
  • Setelah itu, pilih Metode Pembayaran. Kalau saya sih pake transfer makanya pilihan Transfer Bank saya klik hingga lampu ijo kotaknya nyala. Lihat di bawah :


  • Lalu muncul dialog box seperti di bawah ini, klik YA


  • Setelah itu halaman Konfirmasi Pembayaran akan muncul, lihat di bawah ini. Tranfer total harga sesuai yang tercantum ke rekening yang muncul di bawahnya. Karena bank saya Mandiri maka saya memilih transfer ke rekening Mandiri Prelo (ngirit biaya admin hehehe)



  • Setelah itu ngapain? ya segera transfer donk. Karena saya pakai M-Banking ya tinggal out dari aplikasi Prelo tanpa menutup jendela aplikasi. Saya masuk ke M-Banking dan melakukan transfer sesuai nominal yang tertera tadi. Nah, setelah itu saya balik lagi ke aplikasi Prelo dan menekan tombaol KONFIRMASI TRANSFER yang ada dibagian bawah (lihat gambar di atas). Lalu akan muncul dialog box seperti di bawah ini :



  • Isi formnya sesuai dengan bank tujuan transfer, nominal serta tanggal transfernya. Lalu klik KIRIM KONFIRMASI. Setelah itu kamu akan dibawa ke halaman Belanjaan Saya (tempat kamu bisa memantau progres dari belanjaanmu) seperti di bawah ini :




  • Lihat nih progressnya :
ini konfirmasi waktu penjual sudah mengirim barangnya ke kurir

ini detail pengirimannya

disertakan foto resinya juga
  • Setalah barang sudah saya terima dan sudah saya check. Kondisinya sesuai dengan foto yang ditampilkan beserta rinciannya. Saya tinggal klik REVIEW PENJUAL dibagian bawah, lihat gambar ini:

  • Muncul deh kotak seperti di bawah. Saya kasi 5 hati untuk penjual yang memang cepat prosesnya dan baik hati hehehe. Lalu tulis review tentang penjualnya ya. Jangan lupa klik cengtang pada kotak kecil di bawah yang menyatakan bahwa barang sudah diterima lalu tekan OK

itu muncul tuh reviewku 

transaksi selesai

Nah, berakhirlah perburuan saya dengan hasil teenlit bekas (yipi yipi horeeee). Beli barang preloved tapi nyaman (karena nggak harus kepanasan kehujanan berjubelan cukup melototin gawai sambil nyeruput kopi) dan aman (karena pakai rekber) ya Prelo laaaaahhh. Yang saya takjub adalah di Prelo penjual menyertakan foto resi. Ini nggak pernah ada loh di aplikasi jual beli yang lain. Biasanya hanya no resinya saja. Nanti pasti ketagihan cari buku bekas di Prelo heehehehehe. Prelo mantab soul!!! (karena mantab jiwa sudah trademark webtone tetangga hahahaha)

ini loh hasil huntingku, langsung foto setelah sampai di rumah


Ini ceritaku bersama Prelo. Gimana denganmu? Mau coba?

































Friday, 17 March 2017

Mengapa Aku Bertahan Hidup

Diposkan oleh corat coret di 10:05:00 0 komentar
           Aku adalah satu dari sekian aktris opera sabun dari sebuah persekongkolan ruh dan Tuhannya yang dinamai takdir. MoU terbesar yang pernah dilakukan manusia. Bagaimana setiap pasal ayatnya sudah tertulis rapi dan detail dalam kitab lauhul mahfudz. Bahkan kematian tidak akan pernah merengkuh, membelai dan menyentuhku jika ajal tidak terpenakan disana.
 
            Bapak matahari masih selalu berkasih sayang dengan ibu bumi, walaupun bukan rahasia lagi jika dia berpoligami dengan 8 yang lain. Tidak seperti yang lain cinta pada ibu bumi pas takarannya. Tidak berlebihan seperti kepada Merkurius (sepertinya istri muda ini) dan kurang sampai dingin dan beku pada Pluto (yang ini sepertinya istri tua). Cintanya menghangatkan daratan dan lautan, hingga membuat haru awan lantas rela merubah dirinya menjadi hujan dan jatuh menyiram bumi. Malah terkadang mengirimkan kado merah jingga kuning hijau biru nila ungu tersimpul lengkung pada rambut biru ibu bumi. Ibu bumi yang terbuai alunan kegombalan kasih sayang itu tanpa paksaanpun bahkan pasrah, melahirkan berupa-rupa anaknya dengan namanya masing. Anak mereka, pohon-pohon dengan asupan ASI hujan yang cukup tumbuh sehat dan bermain-main dalam pangkuan ibunya. Berbagi kasih dengan burung, lutung, kupu-kupu, ulat, cacing dan tentunya aku. Pohon itu memberiku oksigen agar aku bisa menggerakkan mesin alam terkecil. Ya, sel. Tanpa sel yang hidup maka aku hanya segumpal daging yang dirangkai tulang belulang. Pohon dengan kebaikan hatinya juga memberiku buahnya untuk sumber tenaga penggerak as roda sel. Tentunya dibantu dengan air sebagai radiator. 

            Senja jingga keemasan yang menggantung di cakrawala dan menempel pada garis lurus horison yang memisahkannya dengan laut. Sinarnya lembut temaram mengubah segala dihadapannya menjadi siluet. Lengkap dengan pasir putih, riuhnya angin yang merangkul ombak dan sekumpulan camar. Bukit-bukit rendah meliuk-liuk dan berderet-deret lalu ditepinya yang landai rumah berhimpit-himpit yang tak memberikan ruang bahkan untuk batupun menyempil ditengahnya. Seluruh atap genteng rumah yang dihiasi tiang bambu tinggi dengan alat penangkap sinyal tivi di ujungnya. Kemudian ditepinya lagi tepat di atas hamparan literan air biru kehitaman berjajar dan berhimpit pula perahu-perahu cadik. Jala-jala juga terlihat centang perentang bergulung-gulung di teras-teras rumah. Gunung tinggi terkumpul dari berton-ton material tanah dan batu gandeng-menggandeng melengkung meliuk. Terkadang curam kadang juga terjal, dimonopoli oleh pohon yang berkoloni dan bersekutu menjadi hutan. Kabutnya bergelung seperti asap hutan yang terbakar. Turun dan menitikkan embun dan mendinginkan udara. Serta langit ajaib yang bisa berubah warna dari biru, jingga, ungu lalu hitam pekat. Dari sana bisa kita lihat rupa bapak matahari saat langit biru dan jingga. Saat pekat dan kelam merajai langit seperti itu pula bayangan mantan ibu bumi yaitu bulan, datang. Mencoba mengerling dengan kehangatan palsu. Hamparan bapak matahari dengan istri dan selirnya dalam biduk rumah tangga galaksi membentuk konstelasi, dimana mereka membantu manusia nelayan pulang untuk menggapai daratan dan memeluk istrinya. Bukankah semua itu adalah surga bagi mata yang perasa? Bukankah semua itu adalah kekonkritan yang patut disyukuri?

           Manusia adalah jenis makhluk yang paling rumit yang diciptakan Sang Pencipta. Selalu merasa tidak puas dan menuntut pasangan. Bahkan untuk hal yang konkrit pun masih dituntut untuk memiliki pasangan bernama abstrak. Keabstrakan manusia dalam menjalani MoU terbesar itu disebut sebagai tujuan/cita-cita/keinginan/harapan apapun yang mirip dengan itu. Manusia tanpa cita-cita seperti zombie. Hidup namun mati, disebut matipun masih memenuhi syarat hidup. Akupun juga bertujuan, merengkuh ibu bumi ini dan mengalbumkannya dalam instagram cerita. 
 
           Begitulah, bagaimana aku masih bisa bertahan hidup dalam kefanaan ini.

17 Maret 2017,

Arema-nita, Tary Wilujeng


 

Thursday, 16 March 2017

Dua Purnama

Diposkan oleh corat coret di 15:26:00 0 komentar
Pohon yang berbaris tak sama tingginya itu terlihat semakin kabur, hanya meninggalkan jejak serupa bayangan hitam. Mengapa bisa pohon itu berjajar rapi begitu, bisa jadi dulu memang sengaja diatur. Senja sudah tertidur lelap yang bangun hanya gelap yang ditenggeri beberapa bintang dan bulan. Bulan yang tinggal sepotong, sepotongnya lagi dimakan fase. Di dalam sini juga gelap, sama gelapnya dengan diluar, sama gelapnya juga di hati. Yang terang hanya jam digital warna merah tepat di atas kondektur. Sudah sejak bus meninggalkan keriuhan terminal yang sepertinya tak pernah mati, kondektur telah mematikan lampu di dalam bus. Kondektur itu tahu yang ada disini semua adalah pekerja. Yang ingin meletakkan lelah setelah sehari dikejar pekerjaan atau malah dimarahi bos. Hanya aku yang masih terjada bersama pikiran, bayangan pohon, bulan, bintang dan jam digital berwarna merah. 

"Semoga saja macet!" kataku lirih, tanganku menggelayut manja dilenganmu. Kepalaku pun tanpa diperintah sudah tahu bagaimana harus bersandar dibahumu. Wangi. Parfumnya wangi lelaki macho, segar tapi ada sentuhan lembut dan manis.
"Iya, aku juga suka kalau macet!" katamu seraya tersenyum manis sembari melirikku. Kepalamu bersandar diatas kepalaku. Saling menyandar dan tangan saling menggenggam. Seolah-olah bus itu adalah pasar malam dan kita sedang duduk berdua di taman menikmati kegelapan yang semarak dengan pijaran lampu dari wahana permainan. Dan sorot lampu kendaraan adalah lampu yang berpijar dari biang lala dan komedi putar. Kita menghabiskan dan menikmati seluruh lamanya waktu hanya dengan diam dan letupan benak masing-masing. Setiap minggu di hari dan jam yang sama selama lebih dari 2 lusin purnama.

Ciiiiiittttttttt, ban berdecit. Terkesiap, pikiranku segera pulang dan duduk di tempat semula. Kini di hari yang sama dan jam yang sama. Tidak ada lengan yang bisa aku gelayuti. Disebelahku perempuan berjilbab yang sedang dibuai mimpi. Di luar sana tetap sama, bayangan pohon, bulan, bintang dan jam digital berwarna merah. Kali ini bulannya penuh, seingatku saat aku pertama kalinya tak lagi bisa bergelayut lagi juga saat bulan penuh. Dua purnama sudah.


16 Maret 2017
Arema-nita, Tary Wilujeng



Wednesday, 15 March 2017

Jangan Baca Judul, Baca Isinya Saja

Diposkan oleh corat coret di 20:06:00 0 komentar
''Pendapat umum perlu dan harus diindahkan, dihormati, kalau benar. Kalau salah, mengapa dihormati dan diindahkan? Kau terpelajar, Minke. Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Itulah memang arti terpelajar itu. Datanglah kau padanya barang dua-tiga kali lagi, nanti kau akan dapat lebih mengetahui benar-tidaknya pendapat umum itu.''          

             Di atas adalah cuplikan dari obrolan Minke dan Jean Marais dalam Bumi Manusia karya eyang Pramoedya Ananta Toer. Saya memang lagi gandrung dengan novelnya. Kalau saya dianggap telat, memang telat pakai sangat. Hanya saja tak jadi soal besar, memang telat apa yang jadi soal besar? telat menstruasi mungkin.

           Kalimatnya memang tak puitis apalagi romantis yang bisa menderu-derukan dan menggetarkan hati yang sedang di mabuk asmara. Tapi di dalamnya syarat makna. 
Seorang terpelajar harus juga berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan
            Sudahkah kita adil? bahkan sejak dalam pikiran? Saya tergetar memaknainya. Hati saya terkesiap, kaget karena sengatan magis kebenarannya. Saya terpelajar karena saya bersekolah. Saya terdidik dan bahkan sudah makan bangku sekolahan. Dosen saya tak kurang dari profesor, minimalnya adalah master dibidangnya. Namun hinanya saya lantaran masih suka bertindak tidak adil, bahkan sejak dalam pikiran saya sendiri. Saya sangat suka men-judge orang lain. Tanpa melihat latar belakangnya. Tanpa tahu sudut pandangnya. Tanpa tahu apapun. Masih berkabut dan abu-abu tapi dengan lantang saya menghakimi. 

           Toh saya tidak sendirian, masih banyak di luar sana yang bodoh seperti saya. Mau tahu? coba tengok kolom komentar di sembarang artikel berita di media online. bukan di media online Facebook mantan disana tak ada berita yang ada hanya kenangan. Banyak hakim tanpa gelar disana. Menjudge sembarangan ini salah dan itu yang benar, Itu salah dan ini yang benar. Tidak sepaham dikatakan menyimpang, full team bully siap melayangkan tembakan jarak jauh bahkan langsung. Jebreeetttt!! melayang di atas mistar gawang. Bullyan-nya jauh dari pokok masalah, tersesat dan menyimpang jauh dari koridor awalnya. Ya..pokoknya jebret, pokoknya bully. Pernah dibully dijuluki kafir? wah saya pernah. Dia manusia tapi seolah-olah dirinya Tuhan yang bisa men-cap kafir pada umatnya. 

           Sedih rasanya, kenapa generasi negeri seperti ini? Lebih nelongso maneh karena 3 hari lagi malam minggu dan belum ada alasan paripurna untuk menjawab "kenapa malam minggu dirumah saja?"      

**Note : Ceritanya sedang tak bergairah memberikan judul

15 Maret 2017
Arema-nita, Tary Wilujeng

Writing Challenge "7 Hari Tantangan Menulis" #Hari5 #KampusFiksi #BasabasiStore

Tuesday, 14 March 2017

Cinta Itu.....

Diposkan oleh corat coret di 14:39:00 0 komentar
cinta......
banyak yang memujanya, mengelu-elukan
tak sedikit juga yang membencinya karena luka

           Cinta itu apa?

           Cinta adalah sesuatu yang tak pernah terdefinisikan secara tepat. Kepada siapapun kita bertanya tentunya jawabannya akan berbeda. Begitupun bila pertanyaan itu ditodongkan untuk saya. Saya yang tak banyak memiliki romansa cinta ini menganggap cinta adalah suatu kebodohan termanis.

           Kebodohan karena tersenyum sendiri hanya membaca pesannya di WhatsApp. Cuma membaca saja seakan-akan si pengirim pesan ada di depan kita. Membaca seraya merona pipi membaca untaian pesan manisnya "met pagi sayang". Tiga kata itu saja sudah bisa meletupkan semangat untuk memeluknya melek. Padahal suara gedoran pintu kamar oleh ibu dah hardikan dengan suara melengkingnya tak sanggup membuat mata barang melek se-mili pun.

           Bodoh karena demi nampak cantik saat nge-date malam minggu, rela berminggu-minggu tak melongok isi kantin dan tak menjenguk abang tukang bakso mari-mari sini aku mau beli demi menuntaskan hasrat membeli eyeshadow, blush on, eye liner, lipstik matte dan tak lupa BB cream Korea ORI. Bukankah hanya orang bodoh yang rela mengkorseti perut dan melakban mulut demi make up??

           Bodoh karena gelisah menunggui bunyi ting dari WhatsApp yang memunculkan pesannya di layar HP. Makin mendera-dera risau karena sudah 3 jam bunyi ting itu tak terdengar. Makin ricuh detak jantung karena pikiran tanpa permisi menghembuskan kata "jangan-jangan..." . Makin gundahlah hati karena pikiran "jangan-jangan..." itu. 4 jam berlalu, 5 jam musnah, 6 jam, 7 jam makin menjadi-jadi kegelisahan yang sudah berakar itu. Hingga perut bernyanyi pun tiada digubris, begini salah dan begitu makin juga salah. Di jam ke 8 baru lah ting itu terdengar, lega lah hati yang tercekik "jangan-jangan..." sedari tadi dan makin plong ketika pesannya bilang "maaf baru bangun tidur sayang". Begitu bodohnya 8 jam berlalu dicekik "jangan-jangan..." dan kegelisahan tanpa alasan.

           Aaaahhhh itu baru tiga kebodohan, masih banyak kebodohan yang lain. Sudah tahu bodoh tapi masih saja kebodohan-kebodohan itu diulang-ulang. Dan entah dari mana lama-lama ada sejumput rasa manis di dalamnya.


14 Maret 2017
Arema-nita, Tary Wilujeng

Writing Challenge "7 Hari Tantangan Menulis" #Hari4 #KampusFiksi #BasabasiStore

Monday, 13 March 2017

Ia dan Kemauannya

Diposkan oleh corat coret di 10:02:00 2 komentar
           Anak adalah buah hati orang tuanya. Intan berlian yang dijaga sepenuh jiwa raga. Apapun dilakukan agar si anak ini terpenuhi segala kebutuhannya tanpa kurang suatu apapun. Bahkan, ada banyak orang tua yang sudah mengambil ancang-ancang si anak ini akan menjadi apa di kemudian hari. Serentetan profesi keren berduyun-duyun datang membanjiri angan di kepala. Berdecak kagum dan berbanggalah orang tua membayangkan profesi-profesi keren itu. Padahal si anak ini baru 3 bulan yang lalu bisa menghirup oksigen langsung dari ibu bumi dan baru bisa menikmati lembut dan hangatnya sinar dari bapak matahari. Namun harapan besar dari orang tua sudah dipanggulkan ke pundak si anak bahwa si anak harus menjadi seperti angannya. Jika dikemudian hari si anak sudah bertumbuh menjadi manusia dewasa yang ternyata ia menjadi manusia berbeda dari apa yang diangankan orang tuanya bahkan sebelum ia bisa menegakkan lehernya sendiri, murkalah orang tuanya dan bersedih meratap-ratap di atas kursi. Merutuki nasib bahwa kenapa anaknya tidak bisa mewujudkan angannya dulu. Sembari mengungkit bahwa telah ia cukupi semua kebutuhan anak itu. 


           Sedangkan saya, saya belumlah punya anak. Aaahhh jomblo ngenes single yang membayangkan nikah saja tiada berkemampuan apalagi punya anak. Jauh. Namun bila nanti anak saya bertentangan dengan harapan saya. Ya sudah saya biarkan saja. Toh sebelum itu terjadi saya akan berprinsip tak akan mengharapkan ia menjadi seperti kemauan saya. Cukuplah saya mendidik mereka seperti apa yang Allah SWT firmankan :


Allah tidak mewajibkanmu untuk menjadikan anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu untuk membentuk anak-anak yang sholeh dan sholehah serta terbebas dari neraka (Lihat QS.66:6, QS.46:15)
Hendak menjadi apa ia adalah urusan ia dan cita-citanya. Karena seperti kata Kahlil Gibran dalam The Prophet :


Anakmu bukanlah milikmu. Mereka putera puteri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan kepunyaanmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam mimpi.

           Jika sejak awal begini saya tanamkan prinsip ini dalam pikiran dan hati, maka saya yakin saya tak akan pernah kecewa pada anak saya kelak karena saya tak pernah memanggulkan harapan besar dibahunya kecuali mereka menjadi anak yang soleh dan solehah.
      
13 Maret 2017
Arema-nita, Tary wilujeng

Writing Challenge "7 Hari Tantangan Menulis" #Hari3 #KampusFiksi #BasabasiStore

Sunday, 12 March 2017

Tempat Terjauh

Diposkan oleh corat coret di 08:32:00 0 komentar
           Ketika suatu masa nanti saya ditakdirkan bisa berkelana, ada suatu tempat yang hendak saya kunjungi. Tempatnya mungkin sangat jauh dan bahkan mungkin juga dalam. Hingga dalam lautpun bukan tandingannya. Suatu tempat yang dijuluki ''hatimu''. Jangan pernah mencarinya di Google Map karena sepandai-pandainya Google Map tak akan mampu menemukan koordinatnya. Fiiiuuuhh Google Map tak sepintar itu bukan?. 

           Saya tak bisa membayangkan tempat yang disebut ''hatimu'' ini. Kabur dan gelap wawasan saya akan itu. Bahkan mungkin Einstein pun tak cukup pengetahuannya. Apakah disana adalah semacam padang pasir gurun Sahara? luas - panas - kering - sepi dan sebatas mata memandang hanya pasir dan fatamorgana bahwa ada oase di tengahnya. Apakah disana semacam pegunungan ? berlembah-lembah - terjal - curam - dingin tapi lemparan pandang ke segala arah selalu ada pohon. Apakah disana semacam lautan? luas - dalam - menyembunyikan palung yang berisi ikan berwajah monster - tapi jika beruntung ada hamparan terumbu karang berwarna warni berupa-rupa dengan ikan manis semacam Nemo. Apakah disana semacam angkasa? biru - berawan-awan - luas - semakin tinggi semakin dingin - tempat gemintang, bulan dan matahari bertengger. 

           Berapa lama waktu tempuh untuk pergi kesana? Belum lagi berapa lama waktu untuk menyusurinya? Melihat lalu meneliti detailnya. Mungkinkah sepanjang masa umur saya? Jika tempat yang bernama ''hatimu'' ini dapat ditemukan. Untuk menjajaki tempat yang memerlukan pengorbanan tak ternilai semacam itu, saya akan menggenggamnya erat. Lalu saya tangkupkan ke dalam dada biar melekat dan bersenyawa dengan hati saya. 




12 Maret 2017
7 Hari Tantangan Menulis @kampusfiksi @basabasi_store #Hari2

Saturday, 11 March 2017

CiMon, Cinta Monyet Cinta yang Bergelendotan

Diposkan oleh corat coret di 21:20:00 1 komentar
 Aku mematut-matut bajuku dicermin . Rapi . Aku endus lengan seragamku . ehmm wangi . Tanpa banyak cingcong lagi segera aku berpamitan pada ibuku. Senyum sumringah terpampang di wajah, hari ini sepertinya berbeda. Hanya perasaanku atau memang berbeda entahlah. Angin sepoi bertiup dan matahari masih malu-malu untuk bangun, guratan merahnya masih melongok-longok di ufuk timur. Tapi aku sudah disini di dalam angkot. Rapi dan Wangi. Padahal ini masih jam 5.30 tapi kakiku ini nggak bisa diajak santai. Ingin cepat menginjak gerbang sekolah. Angkot berjalan pelan, mencari penumpang. Bapak supir suka menginjak kopling dan rem bersamaan setiap mendekati gang yang dilewati, matanya mencari-cari mungkin ada penumpang yang hendak naik. Aku mengawasi gerak-geriknya dari tempat dudukku tepat dibelakangnya. Hampir-hampir aku tak memperdulikannya setelah itu karena disini aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Hatiku berdetak seperti dentuman electronic dance music. Begitu upbeat cepat dan bersemangat jika aku mengingat peristiwa kemarin. Saat mataku beradu dalam satu pandang dengan Yuda, cowok manis berlengsung pipit, berambut semi mohawk yang hobi main basket. Rasa-rasanya waktu berjalan lambat dan aku terpaku beku

           Mungkin begitu jadinya jika cinta monyet ala saya dinarasikan. Ahhh serasa membaca teenlit bukan?? Tolong jangan bilang bukan, tolong sedikit bahagiakan saya yang jomblo sendiri di malam minggu ini. 

          Sebutannya cinta monyet , cinta ala monyet. Hewan primata yang hobi gelendotan dan lompat-lompat. Laksana itupun cintanya. Bergelendotan berayun lalu melompat. Melompat lagi dan lagi. Dari Yuda melompat ke Awin, Yoska, Edu, Dimas, Bara, terakhir Dika. Semua itu bukan senarai mantan hanya nama-nama yang ketiban cinta monyet saya. 

           Begitulah cinta monyet, renjana yang berdenyar-denyar hanya karena melihat saja. Baru melihat belum memeluk memiliki.

11 Maret 2017
7 Hari Tantangan Menulis @kampusfiksi @basabasi_store #Hari1 

Sunday, 5 March 2017

Cita-Cita Sederhana

Diposkan oleh corat coret di 20:29:00 0 komentar

Hidup akan hidup jika masih bertujuan
Jika hidup sudah hilang haluan
Maka sederhanakan dengan kembali pada
tujuan hakiki manusia diciptakan

           Cita-cita, seingat saya dulu saya ingin menjadi power rangers. Power rangers pink. Aaahh namanya juga anak-anak, ngusap ingus saja belum bisa hahahaha. Bertambah besar bertambah mengerti bahwa yang namanya power rangers itu hanya fiktif belaka. Maka bergantilah cita-cita, ingin menjadi penyiar radio. Kian hari kian buram saja cita-cita seiring berjalannya waktu dan seiring garis-garis takdir yang menggurat. Baiklah sampai saat saya menulis ini, saya sudah berkompromi dengan nasib. Bahwa yang saya punya sekarang dengan peralatan skill yang saya sandang dan pemahaman pikiran yang mendalam maka saya bercita-cita menjadi diri saya sendiri. Saya adalah seorang perempuan dimana pada hakikatnya wanita diciptakan untuk menemani lelaki yang menjadi suami nantinya. Maka saya bercita-cita menjadi teman yang baik bagi suami nanti. Jangan meremehkan cita-cita sederhana nan mulia ini. Ini tugas yang berat yang diemban seorang hawa sedari ia diciptakan. Sebagai teman hidup bagi suami, wanita harus lebih cerdas dan bijaksana dan ekstra sabar level maksimal daripada suami itu sendiri.
           Cita-cita saya yang terlalu biasa dan amat biasa dan berkesan nggak berkelas ini membuat saya dari sekarang belajar meraihnya. Mulai dari banyak membaca buku, buku apa saja saya baca. Buku adalah gudang ilmu dari sana segala macam ilmu bisa ditimba. Saya harus memiliki banyak pengetahuan karena sebagai teman suami, nantinya saya adalah guru privat bagi anak-anak saya. Yang mana sumber ilmu terdekat bagi anak adalah ibunya. Wawasan yang saya dapat bisa nantinya saya pakai sebagai bahan sharing dengan anak maupun suami.
           Hal lain lagi adalah saya belajar memasak, yaaah saya mulai praktek bikin masakan dan kue rumahan. Sebagai teman hidup yang baik, saya juga harus lihai memanjakan perut. Bisa memasak yang nyata-nyata adalah ilmu katon juga harus diimbangi dengan pengetahuan nilai gizi maka peran membaca buku masih tetap diperlukan juga. Ini penting supaya kesehatan suami dan anak terperhatikan.
           Teman hidup yang baik juga harus ahli dalam pekerjaan receh seperti memasang kancing yang lepas dan menjahit celana yang sobek, saya yang asing dengan benang dan jarum harus mulai berkenalan dengan mereka beserta dengan pola tusuk jahitan. Saya sudah memulainya dengan mengikuti tutorial dari youtube dan hasil tanya pada ibu. Dari sini juga pada akhirnya saya bisa DIY bros dari pita dan flanel.
           Teman hidup yang baik harus bisa membuat suami bangga dan nyaman. Salah satunya adalah tetap terlihat cantik & sehat. Maka sedari sekarang saya belajar memilih dan memilah makanan. Kurang-kurangin junk food dan minuman makanan manis serta lebih memilih sayur, buah serta protein dan mengurangi karbohidrat. Ditambah rajin work.
           Cita-cita saya sangatlah sederhana namun untuk mencapainya sungguh harus benar-benar belajar. Itu barulah yang dasar yang lain-lain belum sempat belajar lagi masang tabung LPG, belajar bercocok tanam sederhana seperti nanam cabe, seledri, empon-empon (kunyit, jahe, kencur dkk), dan belajar ekstra sabar dan anti mengeluh..................

#KF3DAYS #WritingChallenge
#Day3
@kampusfiksi
@ikaVihara

 

Corat Coret Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review