Kegiatan saya akhir-akhir ini dihabiskan dengan tumpukan TBR (to be read), buku yang mau dibaca. Selesai baca biasanya sih langsung posting di akun Instagram. Ahhh, bukan!! Saya nggak bermaksud menjadi bookstagramer. Saya hanya berbagi yang saya suka saja. Impian saya sih, ingin punya rak buku yang berisi buku yang sudah selesai saya baca. Saat sekarang sih enak ya, saya bekerja sehingga saya bisa membeli buku baru yang kadang masih dalam tahap cetak alias harus preorder. Waktu saya masih kuliah dulu, buku yang saya baca adalah buku pinjaman semua. Dan keinginan saya saat ini tentunya ingin membeli buku-buku yang dulu sudah pernah saya baca. Buku-buku lama tentunya muskil mencari di toko buku donk, makanya saya masih suka obrak-abrik lapak buku bekas. Buku bekas??? artinya barang bekas donk?? Lah kenapa dengan barang bekas a.k.a second alias preloved?? Saya kasih tahu ya biar nggak udik, biasanya barang bekas juga disebut dengan preloved.
Preloved, Apa Itu?
Preloved menurut Oxford Dictionaries berarti barang yang sebelumnya pernah dimiliki dan akan berpindah tangan, atau istilah lainnya adalah secondhand. Namun artinya nggak sesempit itu, pengertian lebih luas tentang barang preloved yaitu :
- Barang yang pernah kita beli dan kita pernah memakainya beberapa kali;
- Barang yang pernah kita beli tapi tidak pernah kita pakai; dan
- Barang pemberian dari orang lain untuk kita yang tidak pernah kita pakai.
- Jaga gengsi dan realistis. Kaum masyarakat urban jaman sekarang nggak bisa lagi dilepaskan dengan gengsi. Kumpul-kumpul dengan geng dan teman di acara penting atau nggak penting (lebih banyak nggak pentingnya sih), nggak akan ngomongin masalah prestasi kerja, prestasi sekolah, kecemerlangan karier bahkan nggak mungkin ngomongin tetangga sebelah yang fakir (nggak usah ngeles ini fakta). Yang ada adalah brand fashion atau gadget yang dipakai. Makin mahal dan makin bermerek barang yang dimiliki maka semakin melejit hingga langit ke tujuh gengsinya. Sedangkan masyarakat urban nggak semuanya adalah orang yang berekonomi kelas atas, banyak yang yang berasal dari kelas menengah. Kaum kelas menengah ini sadar secara realistis bahwa nggak mungkin mereka bisa membeli barang bermerek dengan kondisi kantong yang pas-pasan, maka dari itu barang preloved pun naik daun.
- Mengikuti selebritas. Menurut Bagus Takwin, dosen, penulis dan peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bahwa manusia punya kecenderungan mengikuti hal yang dianggapnya menarik. Apalagi, bila yang melakukannya itu adalah sosok idola atau public figure. Di kalangan selebritas Hollywood, Julia Robert dikenal sering berbelanja barang-barang preloved. Di Indonesia, trend bisnis preloved shop juga diikuti beberapa selebritas seperti Nia Ramadhani, Andien, Dewi Rezer, dan Mario Lawalata. Ulah selebritas yang terbuka mengaku senang berbelanja pakaian bekas, masyarakatpun mengikutinya.
- Aplikasi merketplace Indonesia yang ramai
- Aman dengan sistem Rekber (Rekening Bersama)
- Mudah, dalam hitungan detik produk kamu bisa langsung diiklankan
- Audiens yang suka membeli barang berkualitas
- No hit n run
- Terintegrasi dengan seluruh sosial media
- Produk kamu langsung ada di genggaman ribuan orang
- Fitur chatiing yang bisa memfasilitasi proses tawar menawar antara kamu dan pembeli
- Jaminan barang asli / No KW
- Aman dengan sistem Rekber
- Ribuan barang bekas berkualitas ada disini
- Penjual yang kebanyakan dari komunitas-komunitas ternama di Indonesia
- Jaminan pengembalian uang 100% jika produk yang kamu terima tidak sesuai dengan deskripsi produk
- Buka PlayStore-mu dan cari Prelo di kolom pencarian di tab atas dengan cara mengetiknya pada tab pencarian tersebut :
- Sudah ketemu kan? aplikasi Prelo yang warnanya tosca itu. OK, lalu klik saja dan kamu akan dibawa ke tampilan untuk penginstallan aplikasi, seperti di bawah ini:
- Klik saja tombol INSTALL. Dan akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini, tekan ACCEPT
- Proses pengunduhan aplikasi dimulai :
![]() |
| proses pengunduhan aplikasi |
- Kemudian berlanjut proses intallasi aplikasi pada HP :
![]() |
| proses installasi |
- Tunggu hingga proses tersebut selesai, dan akan muncul seperti ini :
- Halaman pertama saat kamu membuka aplikasi Prelo adalah halaman seperti ini
- Lalu bagaimana setelah itu? tinggal geser ke kiri atau tekan tombol " > " hingga mentok bulatan hitam ada disebelah kanan. Hingga tampilan seperti di bawah ini:
- Setelah itu tinggal klik "Mulai". Dan kamu akan dibawa ke halaman depan aplikasi Prelo, seperti di bawah ini :
- Lihat gambar di atas, di sebelah kiri atas ada garis tiga berjajar kan? Nggak kelihatan? Itu loh sudah saya lingkari merah, masa juga nggak kelihatan? Klik itu dan akan tampil halaman seperti ini :
- Muncul halaman seperti di atas kan? lalu klik saja Login/Register. Lalu, kamu akan dibawa ke halaman pendaftaran, seperti di bawah ini :
- Coba lihat pada bagian atas, ada tab Login dan Daftar. Klik DAFTAR karena kita belum punya akun di Prelo. Akan tampil halaman seperti di bawah ini :
- Pada halaman di atas, pendaftaran bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu : melalui email (yang paling atas), melalui Facebook dan melalui Twitter. Karena saya lebih suka mendaftar apapun menggunakan email maka saya mengisi : Username, Email, Password, Konfirmasi Password, dan Nama Lengkap. Seperti gambar berikut :
- Setelah diisi semua, klik DAFTAR . Lalu kamu di bawa ke rincian profil akunmu, seperti berikut ini :
- Isi sesuai identitasmu ya, seperti contoh milik saya di bawah ini :
- Setelah selesai, klik Lanjutkan dan kamu akan dibawa ke halaman pertama Prelo. Seperti di bawah ini :
- Namun di waktu yang bersamaan, HP mu akan berbunyi dan memberitahukan bahwa ada email masuk. Dan itu email dari Prelo meminta verifikasi alamat email. Seperti di bawah ini :
- Buka emailnya, dan klik tombol verifikasi yang berada di dalam email tersebut.
- Pada halaman ini depan ini (lihat gambar di bawah ini) saya pilih "book" karena saya mau cari buku. Jika kamu mau cari baju atau tas bekas klik saja "women"
- Setelah saya klik "book". Saya dibawa ke halaman yang penuh dengan buku-buku yang dijual oleh penjual. Saya scroll saja ke bawah sambil lihat-lihat. Dan mata saya tertuju pada novel teenlit yang ditawarkan oleh penjual seharga 70 ribu untuk 6 buah novel. Itu yang saya tunjukkan dengan anak panah merah. Alasan saya tertarik sih karena 70 ribu dapat banyak dan juga saya teringat akan kiddos dirumah yang sudah masuk usia abg (baca: abege alias remaja alias puber). Lumayan untuk bahan bacaan di rumah.
- Saya penasaran dengan teenlit itu dan saya klik supaya tahu lebih lanjut. Kemudian muncullah rincian detail bukunya. Penjualnya atas nama VApriyanti. Penjualnya sudah mendapat gambar hati berjumlah 4,5. Bisa artikan bahwa barang yang dijual memuaskan para pembeli yang pernah bertransaksi.
- Namanya juga pembeli yang kepo, saya tidak buru-buru transaksi tapi malah penasaran dengan penjualnya. Saya klik persis di atas namanya VApriyanti. Saya dibawa ke halaman seperti etalase toko penjualnya. Penjual tidak hanya menjual buku preloved-nya tapi juga baju dan tas-nya. Supaya makin yakin, saya melihat tab REVIEW di samping tab SHOP. Dan, benarkan apa saya bilang. Penjual sudah mendapat banyak hati dari pembelinya. Saya artikan sendiri bahwa penjual ini trusted alias terpercaya. Barang yang dijualnya sesuai dengan kondisi foto dan rinciannya.
- Perasaan yang sudah yakin dan mantab untuk bertransaki, maka saya kembali pada halaman rincian buku yang mau saya beli tadi. Ini loh,maksudnya kembali ke halaman di bawah ini. Rincian produk itu kalau di geser hingga ke bawah, akan ada tombol CHAT dan BELI. Tekan BELI kalau langsung mau beli. Dan tekan CHAT kalau mau bertanya-tanya dulu.
- Dan saya memutuskan untuk bertanya-tanya dulu lalu mulai deh menawar haha. Simak chat saya dengan penjual
![]() |
| saya mulai tanya mengenai kurir nih |
![]() |
| ternyata penjual memakai kurir yang saya inginkan |
![]() |
| mulai deh tawar-menawarnya hehe |
![]() |
| ternyata penjualnya baik, harga boleh ditawar |
- Yang di atas itu saat saya bilang "60 ya kakak", si penjual mengklik tombol TAWAR yang ada di tab atas lalu menuliskan angka 60ribu. Pada dinding chat muncul angka 60ribu dengan tulisan DITERIMA. Saya pencet tombol DITERIMA itu. Makanya disitu jadi muncul chat "Tawar Rp 60.000" dan "Terima Tawaran Rp 60.000". Dan harga yang tertera di atas yang awalnya tertera Rp 70.000 jadi dicoret dan diganti Rp 60.000
- Dengan begitu, akhirnya saya tinggal melanjutkan ke tahap pembayaran dengan meng-klik tombol BELI yang ada di atas. Kemudian saya masuk ke halaman seperti di bawah ini. Isi nama kita sebagai pembeli sekaligus penerima barang. Isi no HP. Isi alamat lengkap sesuai form itu.
![]() |
| saya isi data saya di form itu |
- Setelah itu, pilih Metode Pembayaran. Kalau saya sih pake transfer makanya pilihan Transfer Bank saya klik hingga lampu ijo kotaknya nyala. Lihat di bawah :
- Lalu muncul dialog box seperti di bawah ini, klik YA
- Setelah itu halaman Konfirmasi Pembayaran akan muncul, lihat di bawah ini. Tranfer total harga sesuai yang tercantum ke rekening yang muncul di bawahnya. Karena bank saya Mandiri maka saya memilih transfer ke rekening Mandiri Prelo (ngirit biaya admin hehehe)
- Setelah itu ngapain? ya segera transfer donk. Karena saya pakai M-Banking ya tinggal out dari aplikasi Prelo tanpa menutup jendela aplikasi. Saya masuk ke M-Banking dan melakukan transfer sesuai nominal yang tertera tadi. Nah, setelah itu saya balik lagi ke aplikasi Prelo dan menekan tombaol KONFIRMASI TRANSFER yang ada dibagian bawah (lihat gambar di atas). Lalu akan muncul dialog box seperti di bawah ini :
- Isi formnya sesuai dengan bank tujuan transfer, nominal serta tanggal transfernya. Lalu klik KIRIM KONFIRMASI. Setelah itu kamu akan dibawa ke halaman Belanjaan Saya (tempat kamu bisa memantau progres dari belanjaanmu) seperti di bawah ini :
- Lihat nih progressnya :
![]() |
| ini konfirmasi waktu penjual sudah mengirim barangnya ke kurir |
![]() |
| ini detail pengirimannya |
![]() |
| disertakan foto resinya juga |
- Setalah barang sudah saya terima dan sudah saya check. Kondisinya sesuai dengan foto yang ditampilkan beserta rinciannya. Saya tinggal klik REVIEW PENJUAL dibagian bawah, lihat gambar ini:
- Muncul deh kotak seperti di bawah. Saya kasi 5 hati untuk penjual yang memang cepat prosesnya dan baik hati hehehe. Lalu tulis review tentang penjualnya ya. Jangan lupa klik cengtang pada kotak kecil di bawah yang menyatakan bahwa barang sudah diterima lalu tekan OK
![]() |
![]() |
| itu muncul tuh reviewku |
![]() |
| transaksi selesai |
Nah, berakhirlah perburuan saya dengan hasil teenlit bekas (yipi yipi horeeee). Beli barang preloved tapi nyaman (karena nggak harus kepanasan kehujanan berjubelan cukup melototin gawai sambil nyeruput kopi) dan aman (karena pakai rekber) ya Prelo laaaaahhh. Yang saya takjub adalah di Prelo penjual menyertakan foto resi. Ini nggak pernah ada loh di aplikasi jual beli yang lain. Biasanya hanya no resinya saja. Nanti pasti ketagihan cari buku bekas di Prelo heehehehehe. Prelo mantab soul!!! (karena mantab jiwa sudah trademark webtone tetangga hahahaha)
![]() |
| ini loh hasil huntingku, langsung foto setelah sampai di rumah |












































