Tuesday, 14 March 2017

Cinta Itu.....

Diposkan oleh corat coret di 14:39:00 0 komentar
cinta......
banyak yang memujanya, mengelu-elukan
tak sedikit juga yang membencinya karena luka

           Cinta itu apa?

           Cinta adalah sesuatu yang tak pernah terdefinisikan secara tepat. Kepada siapapun kita bertanya tentunya jawabannya akan berbeda. Begitupun bila pertanyaan itu ditodongkan untuk saya. Saya yang tak banyak memiliki romansa cinta ini menganggap cinta adalah suatu kebodohan termanis.

           Kebodohan karena tersenyum sendiri hanya membaca pesannya di WhatsApp. Cuma membaca saja seakan-akan si pengirim pesan ada di depan kita. Membaca seraya merona pipi membaca untaian pesan manisnya "met pagi sayang". Tiga kata itu saja sudah bisa meletupkan semangat untuk memeluknya melek. Padahal suara gedoran pintu kamar oleh ibu dah hardikan dengan suara melengkingnya tak sanggup membuat mata barang melek se-mili pun.

           Bodoh karena demi nampak cantik saat nge-date malam minggu, rela berminggu-minggu tak melongok isi kantin dan tak menjenguk abang tukang bakso mari-mari sini aku mau beli demi menuntaskan hasrat membeli eyeshadow, blush on, eye liner, lipstik matte dan tak lupa BB cream Korea ORI. Bukankah hanya orang bodoh yang rela mengkorseti perut dan melakban mulut demi make up??

           Bodoh karena gelisah menunggui bunyi ting dari WhatsApp yang memunculkan pesannya di layar HP. Makin mendera-dera risau karena sudah 3 jam bunyi ting itu tak terdengar. Makin ricuh detak jantung karena pikiran tanpa permisi menghembuskan kata "jangan-jangan..." . Makin gundahlah hati karena pikiran "jangan-jangan..." itu. 4 jam berlalu, 5 jam musnah, 6 jam, 7 jam makin menjadi-jadi kegelisahan yang sudah berakar itu. Hingga perut bernyanyi pun tiada digubris, begini salah dan begitu makin juga salah. Di jam ke 8 baru lah ting itu terdengar, lega lah hati yang tercekik "jangan-jangan..." sedari tadi dan makin plong ketika pesannya bilang "maaf baru bangun tidur sayang". Begitu bodohnya 8 jam berlalu dicekik "jangan-jangan..." dan kegelisahan tanpa alasan.

           Aaaahhhh itu baru tiga kebodohan, masih banyak kebodohan yang lain. Sudah tahu bodoh tapi masih saja kebodohan-kebodohan itu diulang-ulang. Dan entah dari mana lama-lama ada sejumput rasa manis di dalamnya.


14 Maret 2017
Arema-nita, Tary Wilujeng

Writing Challenge "7 Hari Tantangan Menulis" #Hari4 #KampusFiksi #BasabasiStore

Monday, 13 March 2017

Ia dan Kemauannya

Diposkan oleh corat coret di 10:02:00 2 komentar
           Anak adalah buah hati orang tuanya. Intan berlian yang dijaga sepenuh jiwa raga. Apapun dilakukan agar si anak ini terpenuhi segala kebutuhannya tanpa kurang suatu apapun. Bahkan, ada banyak orang tua yang sudah mengambil ancang-ancang si anak ini akan menjadi apa di kemudian hari. Serentetan profesi keren berduyun-duyun datang membanjiri angan di kepala. Berdecak kagum dan berbanggalah orang tua membayangkan profesi-profesi keren itu. Padahal si anak ini baru 3 bulan yang lalu bisa menghirup oksigen langsung dari ibu bumi dan baru bisa menikmati lembut dan hangatnya sinar dari bapak matahari. Namun harapan besar dari orang tua sudah dipanggulkan ke pundak si anak bahwa si anak harus menjadi seperti angannya. Jika dikemudian hari si anak sudah bertumbuh menjadi manusia dewasa yang ternyata ia menjadi manusia berbeda dari apa yang diangankan orang tuanya bahkan sebelum ia bisa menegakkan lehernya sendiri, murkalah orang tuanya dan bersedih meratap-ratap di atas kursi. Merutuki nasib bahwa kenapa anaknya tidak bisa mewujudkan angannya dulu. Sembari mengungkit bahwa telah ia cukupi semua kebutuhan anak itu. 


           Sedangkan saya, saya belumlah punya anak. Aaahhh jomblo ngenes single yang membayangkan nikah saja tiada berkemampuan apalagi punya anak. Jauh. Namun bila nanti anak saya bertentangan dengan harapan saya. Ya sudah saya biarkan saja. Toh sebelum itu terjadi saya akan berprinsip tak akan mengharapkan ia menjadi seperti kemauan saya. Cukuplah saya mendidik mereka seperti apa yang Allah SWT firmankan :


Allah tidak mewajibkanmu untuk menjadikan anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu untuk membentuk anak-anak yang sholeh dan sholehah serta terbebas dari neraka (Lihat QS.66:6, QS.46:15)
Hendak menjadi apa ia adalah urusan ia dan cita-citanya. Karena seperti kata Kahlil Gibran dalam The Prophet :


Anakmu bukanlah milikmu. Mereka putera puteri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau. Mereka ada padamu, tapi bukan kepunyaanmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri. Patut kau berikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya. Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi sekalipun dalam mimpi.

           Jika sejak awal begini saya tanamkan prinsip ini dalam pikiran dan hati, maka saya yakin saya tak akan pernah kecewa pada anak saya kelak karena saya tak pernah memanggulkan harapan besar dibahunya kecuali mereka menjadi anak yang soleh dan solehah.
      
13 Maret 2017
Arema-nita, Tary wilujeng

Writing Challenge "7 Hari Tantangan Menulis" #Hari3 #KampusFiksi #BasabasiStore

Sunday, 12 March 2017

Tempat Terjauh

Diposkan oleh corat coret di 08:32:00 0 komentar
           Ketika suatu masa nanti saya ditakdirkan bisa berkelana, ada suatu tempat yang hendak saya kunjungi. Tempatnya mungkin sangat jauh dan bahkan mungkin juga dalam. Hingga dalam lautpun bukan tandingannya. Suatu tempat yang dijuluki ''hatimu''. Jangan pernah mencarinya di Google Map karena sepandai-pandainya Google Map tak akan mampu menemukan koordinatnya. Fiiiuuuhh Google Map tak sepintar itu bukan?. 

           Saya tak bisa membayangkan tempat yang disebut ''hatimu'' ini. Kabur dan gelap wawasan saya akan itu. Bahkan mungkin Einstein pun tak cukup pengetahuannya. Apakah disana adalah semacam padang pasir gurun Sahara? luas - panas - kering - sepi dan sebatas mata memandang hanya pasir dan fatamorgana bahwa ada oase di tengahnya. Apakah disana semacam pegunungan ? berlembah-lembah - terjal - curam - dingin tapi lemparan pandang ke segala arah selalu ada pohon. Apakah disana semacam lautan? luas - dalam - menyembunyikan palung yang berisi ikan berwajah monster - tapi jika beruntung ada hamparan terumbu karang berwarna warni berupa-rupa dengan ikan manis semacam Nemo. Apakah disana semacam angkasa? biru - berawan-awan - luas - semakin tinggi semakin dingin - tempat gemintang, bulan dan matahari bertengger. 

           Berapa lama waktu tempuh untuk pergi kesana? Belum lagi berapa lama waktu untuk menyusurinya? Melihat lalu meneliti detailnya. Mungkinkah sepanjang masa umur saya? Jika tempat yang bernama ''hatimu'' ini dapat ditemukan. Untuk menjajaki tempat yang memerlukan pengorbanan tak ternilai semacam itu, saya akan menggenggamnya erat. Lalu saya tangkupkan ke dalam dada biar melekat dan bersenyawa dengan hati saya. 




12 Maret 2017
7 Hari Tantangan Menulis @kampusfiksi @basabasi_store #Hari2

Saturday, 11 March 2017

CiMon, Cinta Monyet Cinta yang Bergelendotan

Diposkan oleh corat coret di 21:20:00 1 komentar
 Aku mematut-matut bajuku dicermin . Rapi . Aku endus lengan seragamku . ehmm wangi . Tanpa banyak cingcong lagi segera aku berpamitan pada ibuku. Senyum sumringah terpampang di wajah, hari ini sepertinya berbeda. Hanya perasaanku atau memang berbeda entahlah. Angin sepoi bertiup dan matahari masih malu-malu untuk bangun, guratan merahnya masih melongok-longok di ufuk timur. Tapi aku sudah disini di dalam angkot. Rapi dan Wangi. Padahal ini masih jam 5.30 tapi kakiku ini nggak bisa diajak santai. Ingin cepat menginjak gerbang sekolah. Angkot berjalan pelan, mencari penumpang. Bapak supir suka menginjak kopling dan rem bersamaan setiap mendekati gang yang dilewati, matanya mencari-cari mungkin ada penumpang yang hendak naik. Aku mengawasi gerak-geriknya dari tempat dudukku tepat dibelakangnya. Hampir-hampir aku tak memperdulikannya setelah itu karena disini aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Hatiku berdetak seperti dentuman electronic dance music. Begitu upbeat cepat dan bersemangat jika aku mengingat peristiwa kemarin. Saat mataku beradu dalam satu pandang dengan Yuda, cowok manis berlengsung pipit, berambut semi mohawk yang hobi main basket. Rasa-rasanya waktu berjalan lambat dan aku terpaku beku

           Mungkin begitu jadinya jika cinta monyet ala saya dinarasikan. Ahhh serasa membaca teenlit bukan?? Tolong jangan bilang bukan, tolong sedikit bahagiakan saya yang jomblo sendiri di malam minggu ini. 

          Sebutannya cinta monyet , cinta ala monyet. Hewan primata yang hobi gelendotan dan lompat-lompat. Laksana itupun cintanya. Bergelendotan berayun lalu melompat. Melompat lagi dan lagi. Dari Yuda melompat ke Awin, Yoska, Edu, Dimas, Bara, terakhir Dika. Semua itu bukan senarai mantan hanya nama-nama yang ketiban cinta monyet saya. 

           Begitulah cinta monyet, renjana yang berdenyar-denyar hanya karena melihat saja. Baru melihat belum memeluk memiliki.

11 Maret 2017
7 Hari Tantangan Menulis @kampusfiksi @basabasi_store #Hari1 

Wednesday, 8 March 2017

Dibalik Kegagalan dalam Blogtour Giveaway

Diposkan oleh corat coret di 10:28:00 0 komentar
 rejeki Allah selalu turun ke orang yang tepat di saat yang tepat

           Pernah ikut Blogtour Giveaway? rangkaian giveaway yang dibagikan oleh penerbit lewat blognya blogger yang terpilih. Hadiahnya sih biasanya berupa buku yang sedang direview. Pernah menang? selamat deh ya. Dan poor me!!! Saya nggak pernah menang. Sebel? pastilah. 

           Pernah ikut writting challenge? nulis sesuatu berdasarkan tema yang ditentukan selama beberapa hari yang diadain oleh penerbit atau blogger yang bekerja sama dengan penerbit. Pernah menang? selamat deh ya. Lagi-lagi poor me!!! Dinominasikan saja nggak *eeeehhhh emang ada nominasinya ya? anggap saja ada . Maksa.

           Yang menjadi pertanyaan mendasar, kenapa saya nggak pernah menang? beribu jawaban berjumpalitan di angan. Bisa jadi karena tulisan saya amburadul memang, mungkin juga jurinya yang keblinger atau ngantuk kurang mendapat kesan dengan tulisan saya. Mungkin juga karena tulisan peserta lain lebih amazing penuh dengan diksi yang indah. Bisa jadi faktor lucky, kalau yang ini memang nggak usah ditanyakan lagi. Saya memang nggak pernah beruntung jika sistemnya berupa undian. Dan faktor ini selalu saya mahfumi. Namun kali ini saya tergelitik karena keingintahuan yang mencekik, tulisannya seperti apa sih yang menang itu??? Maka setelah saya menyapa Sang Pencipta subuh tadi, saya mencoba mau membaca tulisan si pemenang. Ada dua pemenang, hawa semua. Sebutlah mereka Mawar dan Melati. Saya memulai merayapi coretan pena pencetan keyboard Mawar. Ceritanya biasa dan pendek namun karena mungkin hobinya membaca sehingga kekayaan vocabularynya melimpah ruah bak kawanan cakalang dilautan. Diksi-diksinya memang aduhai sehingga saya pun terpesona. Ahhhh dari sini saya mengerti kenapa saya kalah. Pantas. Dan itu memang ganjaran bagi diri yang miskin vocabulary ini. Itu baru pemenang satu sudah bikin saya deg-degan dan rendah diri. Saya membayangkan pemenang satunya lagi yang tak lain adalah Melati bakal lebih amazing tulisannya. Setelah dirayapi setiap teksnya. Keliru. Ternyata saya keliru kali ini. Tulisan Melati nampak biasa. Terlalu sederhana jika nggak mau dibilang biasa. Nggak ada kesan didalamnya. Lantas apa yang membuatnya menang? lucky. Yup Dewi Fortuna sedang mengiringi langkahnya. Dan rejeki Allah selalu dibagikan kepada hambanya yang tepat. Selalu tepat. Dari ceritanya saya tahu bahwa dia bukan dari orang berada, sedang kesulitan. Dia lebih membutuhkan giveaway yang imbalannya berupa buku ini untuk dirinya. Supaya bisa menjadi pelecut atau bahkan modal mencapai cita-citanya. Dia sedang dalam mencari pekerjaan artinya dalam dompetnya nggak ada gambar Soekarno-Hatta mungkin bahkan I Gusti Ngurah Rai berlebih untuk membeli buku. Pantaslah ia mendapatkan rejeki kemenangan ini dari Allah. Allah Maha Tahu. 

           Moral dari blogtour dan giveaway yang nggak pernah saya menangkan adalah Allah tahu kalau saya masih mampu membeli buku. Jadi kalau saya nggak menang lagi di lain waktu mungkin karena ada orang disana yang lebih membutuhkan daripada saya. Bukan karena tulisan saya yang sederhana amburadul.

Dalam suatu kesedihan ada suatu kebahagian orang lain

           Kali ini saya yang sedih tapi Melati bisa bahagia karena dapat buku gratis. T.T
 

Corat Coret Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review