Thursday, 2 February 2017

Gaji Pertamaku dan Sejumput Kenangan bersama Setumpuk Penyesalan

Diposkan oleh corat coret di 21:16:00 0 komentar
Rintikan air hujan masih terdengar syahdu di luar sana, hembusan semilir angin mulai merayapi kulit. Dingin. Aku mengelus tanganku perlahan. Selalu seperti ini jika aku merasa sendu, menatap tarian air dan gemerincing melodinya dari balik jendela kamarku. Lalu sekelebat kenangan-kenangan itu datang silih berganti tanpa pamit, senyumannya – tawanya – marahnya – cintanya – ketulusannya – dedikasinya – semua kebaikan dan semua hal kecil yang bisa aku ingat datang berupa-rupa. ‘’ayah….’’ Desahku. Kelibatan itu terus menggelar gulungan-gulungan kenangannya seperti film yang diputar diingatanku walau hanya sepotong-potong.
‘’Kim, setelah ini kamu lulus mau kerja dimana?’’ tanya ayahku sembari membaca Koran edisi pagi itu
‘’ wah…kalau aku sih Yah, sudah akan dapat kerjaan sebelum lulus’’ sahutku cengar-cengir sambil melahap roti yang memang tinggal satu gigitan
‘’aamiin’’
Sepotong percakapan anak dan ayah di pagi itu rupanya didengar malaikat dan disampaikan kepadaNya. Sehingga hari ini tepat hari ke 45 wafatnya Ayah aku sudah menggenggam gaji pertamaku. Air mataku mulai menggenang dipelupuk mata dan berderailah tangisku karena semua perasaan pedih yang merengkuh relung hatiku. ‘’ayah kenapa harus ayah yang pergi dulu?’’ batinku yang terus saja mendobrak-dobrak pintu kenyataan berharap semua ini hanya mimpi. “bahkan aku tak sempat membelikan Ayah sarung dan songkok untuk ke masjid, kenapa Ayah pergi?”
“kenapa Ayah tak mengajakku?”
“ kenapa bukan aku saja ya Allah? Kenapa harus ayah? Dina, Nabil dan Ibu lebih membutuhkan ayah”
“kenapa…….? Kena….pa…?” terus-menerus batinku bertanya-tanya dalam bisu dan berderai-derailah air mata ini berjatuhan.
Bertumpuk-tumpuk penyesalan menghinggapi pikiran, begitu banyak waktuku terbuang percuma dengan marahku kepada Ayah saat aku dilarang-larang melakukan ini dan itu. Jika memang seperti ini seharusnya aku bisa menghargai waktu bersama Ayah. Aku akan memijitnya ketika Ia lelah setelah seharian bekerja. Aku tak akan membantah perintahnya dan membuatnya kesal terhadapku. Dan aku akan menjadi anak gadisnya yang paling penurut. Pengandaian-pengandaian itu terus bergema-gema dibatin.

Dan sore itu kuhabiskan dengan linangan air mata tiada henti menyesalkan waktu yang sedemikiannya singkatnya. Jodoh kami sebagai anak dan ayah terputus disaat aku akan memberikannya hadiah dari gaji pertamaku.

Suka Nodong Traktiran Teman yang Lagi Ulang Tahun? Ayo, Pikir Lagi Deh!

Diposkan oleh corat coret di 13:57:00 0 komentar
           Dari 365 hari di kalender, ada satu hari istimewa bagi masing-masing pribadi, yaitu hari kita dilahirkan di dunia. Yup, moment ini biasanya kita sebut dengan ulang tahun. Seharusnya sih ya, ulang tahun itu adalah moment bahagia bagi seseorang. Pasalnya, moment ini seperti euforia untuk diri sendiri karena berhasil dilahirkan dan menjadi manusia. Namun, euforia ini juga bisa menjadi scary moment, lho! Kok bisa?
           Ingat dong, apa tradisi kita di saat ada yang ulang tahun? Iya, kita cenderung suka nodong bin ngerampok teman yang sedang merayakan hari jadinya ini. "Wah selamat ulang tahun ya, kapan nih traktiran?", "Traktiran di mana nih kita, Bro?", "Wah, makan-makan nih!" dan kawan-kawan sekoloninya itulah. Kita yang nodong sih pikirannya cethek, yang penting bisa makan gratis. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa yang kita todong itu adalah teman yang lagi bokek?

Silahkan baca kelanjutannya pada artikel saya yang diterbitkan Hipwee ya klik disini
 

Friday, 27 January 2017

Pengalaman Google Adsense di Approve

Diposkan oleh corat coret di 21:27:00 0 komentar
           Kalau kalian lihat sekarang bertebaran sekali ya namanya blog pribadi. Ada motivasi mengapa para blogger rajin nge-blog dan pada berlomba-lomba bagaimana caranya ber-SEO supaya blognya ada di papan nomor satu urutan tangga search engine dengan keyword tertentu. Pasalnya jika dia jadi nomor satu, maka sudah pasti blog itu akan banyak pengunjungnya. Gini deh, jika kalian ngetik suatu keyword di search engine maka yang ada di urutan pertama hasil pencarian pasti yang akan kalian buka terlebih dulu bukan? iya apa enggak? 
           Semua itu memang tak jauh dari unsur materi. Duit. Jika jumlah pengunjung sebuah blog banyak maka bisa dijadikan tambang duit. Gimana caranya? ya dengan pasang iklan. Gimana cara pasang iklannya? Paling mudah sekarang join dengan Google AdSense. Lah apalagi tuh Google AdSense?

My Stupid Boss 1 - 5 (Review Buku)

Diposkan oleh corat coret di 18:51:00 0 komentar
Sumber : Google

           Hoi hoi, Ogenki desuka? piye kabare? semoga kalian sehat semua aamiin. Postingan kali ini saya hendak mereview My Stupid Boss, buku kocak yang bisa bikin sakit perut dan pipi ngilu karena nahan ketawa ditempat umum. Sebenarnya My Stupid Boss ini sudah lama sekali hingga sekarang saja sudah ada yang no. 5. Dan baru di tahun 2016 kemarin kan My Stupid Boss 1 difilimkan di layar lebar dengan aktris mbak Bunga Citra Lestari dan aktornya mas Reza Rahardian. Ya tapi karena urusan saya yang ba bi bu akhirnya review ini baru saya torehkan hari ini, basi! iya memang tapi tak apalah daripada tidak sama sekali. 

Promise

Diposkan oleh corat coret di 10:14:00 0 komentar
           The last day of Kampus Fiksi Writing Challenge,sejujurnya saya sedih sekali karena hari ini kali terakhir nulis untuk Momon, padahal sudah 10 hari kebersamaan dan jalinan cinta hubungan kita bina, seperti kacang hijau ini sudah bertunas tinggal nerusin saja sudah jadi tauge. Eh, tumis tauge dan tahu buat makan siang enak kali ya Mon ??
           Banyak kenangan tertinggal untuk Momon, saya yang biasanya setiap pagi melototin Facebook membaca keriwehan yang ada di jagad dagelan negeri ini harus berganti melototin laman blogger.com untuk menggoreskan tinta eh bukan ding untuk menarikan jemari diatas keyboard menuliskan sesuatu titahmu. Ahhhh bergemuruh sesak dada ini Mon membaca titah di hari ke-10. Perintah tersusah Mon, mau tidak mau saya harus membongkar aib saya yang selama ini terkubur dalam direlung pikiran. Kamu sadar tidak Mon? secara tidak langsung kamu menanyakan aib tanpa tedeng aling-aling, aaahh si Momon kamu datang-datang kok bikin baper. Namun demi kamu Mon, saya rela memenuhi titahmu untuk menunjukkan betapa keselnya gemesnya saya padamu. Oh iya, terlalu gemes bahkan karena kamu menyebut saya "bawel" di hari ke-9 padahal saya lihat kamu selalu berkomentar panjang nan syantiek pada mereka yang lain kenapa untuk saya hanya ada dua kata "iya bawel", mau saya lempar HP Mon? eh jangan ding HP satu-satunya ini.
           Lalu hal seperti apakah yang saya janjikan untuk tidak diulang?? Untuk kebersamaan kita yang sudah 10 hari ini spesial untuk Momon saya berjanji tidak akan mengulangi meninggalkan blog saya seperti beberapa waktu yang lalu. Blognya sampai terlihat berhantu dan ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih ehh kok jadi nyempil puisinya Rangga sih. Saya yang over akting sibuk hingga jarang menampakkan batang hidung di blog yang sudah saya bangun sejak jaman Dinasti Ming baheula. Yah, inilah Mon aib saya, beneran deh Mon suer saya akan mengisi blog ini dengan curcolan postingan saya, entah bermanfaat atau tidak. Lho kok? yang penting ada isinya kan daripada kosong melompong? Itulah janji saya Mon.
           Akhirul kalam, saya tahu niat dan maksudmu mengadakan Writing Challenge ini yah supaya orang-orang seperti saya ini tidak berhenti menulis eh Mon sebentar deh , menulis atau mengetik? Kalau menulis pakai bolpoint atau pulpen atau pencil kalau ini seharusnya mengetik bukan menulis. Ya sudahlah Mon apapun itu niatmu sungguh suci nan mulia. Semoga kamu sering mengadakan seperti ini, tak mengapa hadiahnya hanya berupa buku cuma satu pula tapi semangat untuk menerima tantangan itu loooh yang harus diapresiasi. Betulkan Mon?

#KampusFiksi10DaysWritingChallenge
#10DaysKF
#Day10
@KampusFiksi


 

Corat Coret Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review