Maksud istilah ada gula ada semut dalam pacaran adalah dimana ada kamu pasti ada pacar kamu juga. Dimanapun kamu berada doi juga ikut, kemana-mana berdua, sampai-sampai 24 jam sehari dan 7 hari seminggu kalian berdua. Masa seperti itu memang bisa terjadi diawal jadian, biasalah...lagi hot-hotnya. Kepengennya berdua terus dan tak ada orang yang mengganggu. Tapi apa kalian enggak berpikir kalian kan masih pacaran. Pacaran itu adalah hubungan dimana satu sama lain saling memahami dan menggali sifat dan karakter masing-masing. Kalian bukan suami istri. Masing-masing dari kalian masih mempunyai orang tua, saudara, teman, privacy dan aktivitas sendiri-sendiri yang juga membutuhkan perhatian dari diri kalian sendiri.
Catagories
- tarybeauty (11)
- taryhealth (7)
- tarykitchen (11)
- taryknowledge (25)
- tarymommy&kid (2)
- taryopinion (25)
- taryreviewbook (11)
- tarysongs (14)
- tarystory (16)
- writingchallenge (21)
Popular Posting
-
Tulisan ini sudah saya edit lagi dari versi aslinya karena ternyata banyak sekali yang merespon postingan saya ini. Editing saya lakukan h...
-
Seharusnya yang saya beli adalah Intense Brightening Essence (IBE) dari rangkaian seri White Secret Wardah tapi poor me IBE be...
-
Penderitaan sekali jika bibir kering dan gatal, ini saya alami ketika lebaran kemarin setelah puasa Ramdhan. Bibir saya tiba-t...
-
Berhubung Wardah Night Cream Lightening Series Step 2 sudah habis makanya saya cepat-cepat pergi ke counternya Wardah di Altar...
-
Hot news nih, saya kemarin bolos kerja , karena sudah janjian dengan teman mau main ke Pantai Delegan di desa Panceng-Ujung Pang...
Saturday, 29 June 2013
Pacaran Bukan Ada Gula Ada Semut
Maksud istilah ada gula ada semut dalam pacaran adalah dimana ada kamu pasti ada pacar kamu juga. Dimanapun kamu berada doi juga ikut, kemana-mana berdua, sampai-sampai 24 jam sehari dan 7 hari seminggu kalian berdua. Masa seperti itu memang bisa terjadi diawal jadian, biasalah...lagi hot-hotnya. Kepengennya berdua terus dan tak ada orang yang mengganggu. Tapi apa kalian enggak berpikir kalian kan masih pacaran. Pacaran itu adalah hubungan dimana satu sama lain saling memahami dan menggali sifat dan karakter masing-masing. Kalian bukan suami istri. Masing-masing dari kalian masih mempunyai orang tua, saudara, teman, privacy dan aktivitas sendiri-sendiri yang juga membutuhkan perhatian dari diri kalian sendiri.
Categories
taryopinion
Friday, 28 June 2013
Penginapan di Sekitar WBL
Hot news nih, saya kemarin bolos kerja , karena sudah janjian dengan teman mau main ke Pantai Delegan di desa Panceng-Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Jauhnya sih lebih kurang 40km dari kota Gresik. Melewati jalur alternatif jika mau masuk Lamongan dan Tuban. Saya sampai disana baru jam 7.15 pagi, kala itu masih sepi sekali, loket karcisnya saja belum buka. Alhasil, masuk gratis tanpa karcis deh. Pantai Delegan berpasir putih, namun sayang garis pantainya terlalu sempit jadi tidak puas buat jalan-jalan. Dan kotor karena banyak sampah, Indonesia sekali pokoknya. Tapi bagaimanapun kondisinya saya tetep terpesona dengan yang namanya pantai, karena saya anak gunung.
Setelah puas seharian jadi ikan paus terdampar di Pantai Delegan, kami melanjutkan perjalanan ke WBL (Wisata Bahari Lamongan). Pasti sudah tahu kan, kalau belum tahu, cari tahu tanya mbah dukun Google. Ketika sudah sampai di depan WBL, kami malah tidak masuk ke WBLnya, kami malah memilih menghabiskan sore di pinggir laut kira-kira 300 meter ke arah barat dari WBL. Sekantong snack yang kami beli di Indomaret menemani kami. Rasanya tenang sekali mendengar deburan ombak dan hangatnya mentari sore. Karena masih nyaman dengan keadaan itu dan nggak mau berpisah sampai petangpun kami masih disitu. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menginap di sekitar WBL. Ditempat kami menghabiskan sore itu, sekitar 300 meter ke arah Barat dari WBL ada penginapan dan sekaligus rumah makan, namanya Mekar Jaya ini no contactnya 08576013286/085335665320. Harga per malamnya dipatok Rp 300.000,- untuk hari biasa dan Rp 350.000,- untuk akhir pekan. Fasilitasnya ada AC, springbed ukuran besar cukup dua orang, TV dan kamar mandi didalam dengan toilet duduk, shower dan kran air.
Hmmmm, mangkir kerja, saya habiskan dengan santai, next time kalau liburan bisa nginap lagi dipenginapan ini. Memang ada hotel di disamping WBL, Tanjung Kodok Beach Resort cuma kalau untuk sekedar refreshing singkat dan ala backpaker terlalu mahal biaya yang harus dikeluarkan karena per malamnya bisa ditodong dengan tarif Rp 780.000 - Rp 3.500.000,- per malam tergantung dengan type kamar dan hari nya saja. Hmmm oke deh guys, sekian dulu info singkatnya, akan saya update lagi untuk yang lain.
Update baru dari teman yang nulis dikolom komen tulisan ini, mas Chandra Andrey. Menurut beliau, ada penginapan di sekitar WBL juga lebih kurang 500 meter ke arah barat WBL namanya Shafina Guesthouse (http://shafinaguesthouse.blogspot.co.id/2014/07/room-feekamar-biaya.html) -silahkan copy paste url tersebut pada browser- harganya non AC Rp150.000,- dan yang AC Rp 250.000,-. Kalau dilihat dari tampak foto yang ditampilkan di blognya sih menjanjikan sekali. Boleh...dicoba kayaknya. Thanks infonya untuk mas Chandra Andrey.
Setelah puas seharian jadi ikan paus terdampar di Pantai Delegan, kami melanjutkan perjalanan ke WBL (Wisata Bahari Lamongan). Pasti sudah tahu kan, kalau belum tahu, cari tahu tanya mbah dukun Google. Ketika sudah sampai di depan WBL, kami malah tidak masuk ke WBLnya, kami malah memilih menghabiskan sore di pinggir laut kira-kira 300 meter ke arah barat dari WBL. Sekantong snack yang kami beli di Indomaret menemani kami. Rasanya tenang sekali mendengar deburan ombak dan hangatnya mentari sore. Karena masih nyaman dengan keadaan itu dan nggak mau berpisah sampai petangpun kami masih disitu. Dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menginap di sekitar WBL. Ditempat kami menghabiskan sore itu, sekitar 300 meter ke arah Barat dari WBL ada penginapan dan sekaligus rumah makan, namanya Mekar Jaya ini no contactnya 08576013286/085335665320. Harga per malamnya dipatok Rp 300.000,- untuk hari biasa dan Rp 350.000,- untuk akhir pekan. Fasilitasnya ada AC, springbed ukuran besar cukup dua orang, TV dan kamar mandi didalam dengan toilet duduk, shower dan kran air.
Hmmmm, mangkir kerja, saya habiskan dengan santai, next time kalau liburan bisa nginap lagi dipenginapan ini. Memang ada hotel di disamping WBL, Tanjung Kodok Beach Resort cuma kalau untuk sekedar refreshing singkat dan ala backpaker terlalu mahal biaya yang harus dikeluarkan karena per malamnya bisa ditodong dengan tarif Rp 780.000 - Rp 3.500.000,- per malam tergantung dengan type kamar dan hari nya saja. Hmmm oke deh guys, sekian dulu info singkatnya, akan saya update lagi untuk yang lain.
Update baru dari teman yang nulis dikolom komen tulisan ini, mas Chandra Andrey. Menurut beliau, ada penginapan di sekitar WBL juga lebih kurang 500 meter ke arah barat WBL namanya Shafina Guesthouse (http://shafinaguesthouse.blogspot.co.id/2014/07/room-feekamar-biaya.html) -silahkan copy paste url tersebut pada browser- harganya non AC Rp150.000,- dan yang AC Rp 250.000,-. Kalau dilihat dari tampak foto yang ditampilkan di blognya sih menjanjikan sekali. Boleh...dicoba kayaknya. Thanks infonya untuk mas Chandra Andrey.
Categories
tarystory
Wednesday, 15 May 2013
Cewek itu Enggak Matre!!!
Cowok sering banget bilang cewek itu matre, semua dinilai dengan materi, harta, kekayaan dll. Tapi biasanya sih kata-kata ini dilontarkan ketika cowok ditolak cintanya oleh cewek karena ada keterkaitannya dengan materi atau pekerjaannya. Atau bisa juga dilontarkan ketika cowok mengalami sakit hati atau kekecewaan karena ceweknya kepincut cowok lain yang lebih mapan. Well, sebaiknya jika itu terjadi kepada para cowok mending hindari bilang kalau cewek itu matre. Karena itu bisa membuat kalian jadi close minded alias picik.
Categories
taryopinion
Tuesday, 14 May 2013
Gresik Versi Cerita Saya
Saya lebih suka menamakan Gresik sebagai Kota Industri, karena banyak sekali pabrik-pabrik yang dibangun di daerah ini. Kawasan Industri terkenal di Gresik ada dua, yakni Kawasan Industri Maspion (KIM) dan Kawasan Industri Gresik (KIG) dimana di Kawasan Industri itu berkumpul banyak dan bermacam-macam pabrik, belum lagi pabrik-pabrik besar lain yang letaknya diluar Kawasan Industri, ada Petrokimia, Semen Gresik, Smelthing, New Era dll. Banyak pabrik yang bercokol disini menyebabkan Gresik yang memang sudah panas karena letaknya di pesisir Utara Jawa menjadi semakin panas karena polusi dan debu. Jangan tanya panasnya, saya yang asli Malang menyebut Surabaya saja sudah gerah dan panas dan Gresik lebih panas daripada Surabaya. Apalagi jika musim panas tiba, saya lebih baik ngumpet di dalam kantor atau di kos saja daripada harus kemana-mana. Panasnya sakit sekali dikulit.
Kita akan menjumpai banyak tambak di Gresik, iya, sama seperti kota tetangganya Lamongan. Gresik banyak tambaknya, tambak bandeng dan udang. Ada beberapa tambak yang pernah saya lihat akan beralih fungsi sesuai dengan musim. Jika musim hujan maka akan jadi tambak namun jika musim panas maka tambak-tambak itu akan ditanami padi atau digunakan sebagai ladang garam. Serunya itu, jika tambak tadi jadi ladang garam maka akan banyak kincir angin yang digunakan petani garam untuk memompa air, jika dilihat dari seolah-olah saya merasa bukan di Indonesia (hahahahahaha lebay kalau ini).
Ada sisi uniknya, di Gresik banyak sekali berdiri warung kopi bak jamur yang tumbuh subur. Berderet-deret warung kopi berjajar yang tiada sepi pengunjungnya baik pagi, siang, sore, malam. Tak jarang ada warung kopi yang bukanya sampai menjelang subuh. Ada saja yang dilakukan penjaja warung kopi untuk menari minat pembeli kopi yang mayoritas memang kaum adam. Mulai dari suguhan full music dengan irama dangdut sampai dengan cara mendandani pelayan warung kopinya secantik mungkin [atau memang sengaja memilih pelayan warung seorang hawa yang berparas cantik dibalut busana yang eksotis untuk membangkitkan hormon pria, entahlah...yang jelas seperti itu adanya]. Lepas dari semua itu, ternyata budaya nongkrong diwarung kopi itu sudah menjadi rutinitas wajib di Gresik terutama untuk kaum pria-nya. Mungkin bagi mereka tidak hanya sekedar minum, yang mana setelah kopi habis langsung pulang. Melainkan semacam bentuk/wadah sosialita dimana di warung kopi mereka bertemu rekan, teman atau tetangga dan membicarakan berbagai macam hal yang bisa jadi bahan perbincangan.
Sepertinya Warung Kopi 11-12 dengan media sosialita yang beredar di dunia maya saat ini seperti Twitter, Facebook, Wechat, Line, Whatsapp, BBM, KakaoTalk dll. Yang membedakannya adalah para membernya bisa langsung bertatap muka, sehingga update statusnya tidak berupa tulisan melainkan obrolan langsung dan secara langsung pula bisa diberikan komentar. Serta untuk mendapatkan aplikasi ini tidak perlu download dan login cukup datang saja ke Warung Kopi dan membeli segelas kopi. Murah meriah dan merakyat, Indonesia sekali.
Jangan salah, saya juga sering ke warung kopi tapi bukan untuk bersosialita tapi untuk beli gorengan. Iya, untuk membeli gorengan di Gresik bisa datang ke warung kopi terdekat karena mereka pasti menyediakan gorengan sebagai cemilan saat menikmati segelas kopi.
Mungkin saya sedikit tidak nyaman tinggal di Gresik, karena ini adalah kota tempat mendulang pundi-pundi harta tapi bukan kota yang nyaman untuk tinggal. Untuk mencari tempat yang namanya mall saja harus ke Surabaya walaupun hanya untuk sekedar menikmati cinema 21 yang sedang launching. Saya sendiri disini hanya perantauan dan entah sampai kapan saya terjebak rutinitas saya disini.
Categories
tarystory
Subscribe to:
Posts (Atom)



